Bandar Judi Bola Online Ditangkap Polisi

Seorang bandar judi bola online asal Kota Bogor, berhasil diringkus Satreskrim Polresta Bogor Kota. Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto mengungkapkan, terkuaknya kasus judi online ini berawal dari laporan warga.

Penggerebekan dan penangkapan ini melibatkan anggota Polsek. Warga juga melaporkan bahwa di rumah duka tersebut ada kegiatan perjudian jenis bola guling. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp5.518.000.

Dhoni menjelaskan, warga tersebut melaporkan adanya seorang bandar judi bola di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah. Akhirnya, pihak kepolisian berhasil menangkap satu bandar judi online bernama Rusdi Chandra bin Tjiam Thiang Siu, yang merupakan warga Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Bandar Judi Online Ditangkap Polisi

Tak hanya itu, mereka juga memasarkan taruhan kepada pemasang dan setelah semua taruhan sudah terkumpul di sub agen kemudian dari sub agen meneruskan atau melaporkan taruhan kepada bandar.

Dari hasil penangkapan berbagai barang bukti di sita berupa alat-alat elektronik mulai laptop, ipad, rekapan dana transaksi beberapa penombok. Selain itu ada juga beberapa kelengkapan dari rekening untuk transaksi, ada token dan sebagainya.

Polresta Bogor Amankan Bandar Judi Bola Online

Untuk modus yang digunakan, pelaku mengajak kepada orang-orang untuk melakukan pemasangan nomor tertentu yang disinyalir bakal keluar dalam perjudian.

Untuk pemasangan nomor sendiri, biasanya para pelanggan pelaku memasang mulai dari Rp 1.000. Selanjutnya tersangka mentransferkan uang pasangan dari para pemasang kepada rekening sebagaimana tercantum dalam aplikasi tersebut dalam bentuk Deposit.

Polresta Bogor Amankan Bandar Judi Online

Selanjutnya tersangka memasukkan angka pasangan dan nilai pasangan sebagaimana pasangan para pemasang dalam aplikasi KTV Bola. Dan pengumuman angka yang keluar dapat dilihat dalam aplikasi KTV Bola.

Di hadapan para wartawan, sang bandar judi bola online, Rusdi Chandra bin Tjiam Thiang Siu mengaku, biasa menangani para pelanggan yang berprofesi sebagai pemulung sampah. Bisnis haram ini sudah dijalankannya selama dua bulan, dengan rata-rata penghasilan kotor sebesar Rp 150 ribu setiap harinya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dikenakan Pasal 303 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun kurungan penjara.